Mengatasi Masalah tanpa Masalah?
Bersiaplah, karena harga elpiji dan tarif tol akan naik..
namun, jika mengacu pada pergerakan terakhir harga minyak dunia mungkin sedikit optimis, walau memang kenaikan ini sudah tidak terelakkan..yang pasti tiap orang harus mulai berhitung dengan neraca konsumsinya, seiring kenaikan harga-harga ini (bila jadi)..
hanya saja, sedikit pertanyaan saya: mengingat rencana kenaikan harga ini begitu dekat waktunya dengan penurunan suku bunga apakah itu berarti ini adalah cara-cara pemerintah untuk meningkatkan konsumsi masyarakat, demi menanggulangi krisis? Jika ya, apakah ini tidak akan menambah suatu masalah baru? Jika meminjam jargon pegadaian, dimana “mengatasi masalah tanpa masalah”, maka apakah ini berarti “mengatasi masalah dengan masalah”?
who knows..silakan beri komen..maaf atas segala khilaf
1 Comment »
Leave a Reply
-
Archives
- March 2010 (1)
- February 2010 (4)
- January 2010 (2)
- December 2009 (1)
- August 2009 (4)
- July 2009 (3)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS
tergantung bagaimana kita memanadng konsumsi
kalo menurut kigendengwaras konsumsi adalah akhir dari segala kegiatan ekonomi..kita berproduksi untuk dikonsumsi kan?
masalahnya berhemat ngga benar2 menyelesaikan masalah..malah menambah masalah..berhemat adalah cara menyelamatkan diri sendiri. Tapi keberanian konsumsi menunjukkan rasa kebersamaan kita menganggung penderitaan orang lain..ahaha
dan yg terpentng sesuai yang sudah kigendeng tulis di http://memoarekonomi.blogspot.com/2009/08/fasten-your-seatbelt-and-you-go-drown.html..”spend wisely”..
konsumsi pun sebaiknya tepat untuk menciptakan effect multiplier yang lebih baik