Sajak kata hati
Sebuah kata hati
Sebuah kebenaran yang selalu tertutupi
Dengan berbagai kata-kata manis
Akankah kita selalu mengkhianati
Kata-kata hati yang terbersit di nurani?
Andai ada suatu kebenaran yang pasti
Maka itulah kata hati
Anda ada suatu kebenaran yang murni
Maka itulah kata hati
Apa yang kita inginkan dengan pasti
Apa yang kita inginkan dengan yakin
Sesuatu yang paling murni dan yang paling hakiki
Dari suatu yang paling kita maui maupun paling kita setujui
Itulah kata hati
Berapa banyak manusia yang mengingkari kata hati
Dengan berbagai kata-kata manis yang membius
Dengan berbagai alasan yang diada-adakan dan dilebih-lebihkan
Dengan Memutarbalikkan fakta dan logika
Demi mengingkari kata hati
Demi memperoleh kebenaran yang semu
Kebenaran yang melenakan manusia barang sesaat yang pada akhirnya
Hanya menyajikan kemunafikan dan kehancuran saja
Manusia boleh berdalih
Bahwa hanya mereka yang mengerti
Tentang pribadi masing-masing
Namun itu hanyalah dalih
Karena tetaplah yang paling mengerti
Adalah kata hati
Jadi untuk apakah manusia mengkhianati kata hatinya?
Untuk apakah manusia mengelabui akal sehatnya yang paling sehat?
Untuk apakah manusia mengingkari kebenaran yang paling hakiki?
Untuk apakah manusia menghindari apa yang paling ingin ia dekati?
Untuk apakah manusia menolak apa yang paling ia kehendaki?
Untuk apakah manusia mempertanyakan sesuatu yang tidak perlu lagi dipertanyakan?
Dan untuk apakah manusia manusia melakukan itu semua,
Melakukan pengkhianatan atas kata hati apa mereka?
Biarkan kata hati bicara
Biarkan apa yang benar itu benar dan yang salah itu salah
Tidak ada kebenaran yang berangkat dari kemunafikan
Tidak ada kebenaran yang perlu dipercantik maupun ditutupi
Dan tidak ada suatu kebenaran yang mengingkari kata hati
Jika menurut kata hatimu benar, maka itu benar
Jika menurut kata hatimu kau ingin hal itu, maka kau memang ingin hal itu
Tidak perlu lagi kata-kata lain selain kata hati
Dan bebaskan aku, kata hatimu
Untuk lebih berbicara,
Dan dengarkan aku, kata hatimu,
Dan aku akan membawamu ke kebenaran, membawamu ke apa yang benar-benar kau maui
No comments yet.
Leave a Reply
-
Archives
- March 2010 (1)
- February 2010 (4)
- January 2010 (2)
- December 2009 (1)
- August 2009 (4)
- July 2009 (3)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS