Sekarang Tari Pendet, Kemarin Reog, gimana kalo besok Musik Melayu dipatenkan juga Malaysia?
Sepekan terakhir, nampaknya isu tentang ‘perampokan budaya’ Indonesia oleh negeri tetangga kembali menghangat.. Ya apalagi jika bukan klaim tari pendet oleh Malaysia
untuk kesekian kalinya negara tetangga ini mengklaim produk budaya Indonesia, setelah Reog Ponorogo, Rasa Sayange, Batik, dll.. Argumennya pun selalu sama, ‘karena serumpun, tidak menutup kemungkinan budayanya sama.’
oke, mungkin argumen itu valid..sayangnya untuk kali ini banyak yang beranggapan bahwa itu salah, mengingat tari pendet bukan budaya Melayu, murni budaya Bali..
oke, saya bukan ahli budaya, dan akan ribet jika membahas hal ini terlalu dalam..dan bukan sesuatu yang tepat jika membahas ini di sini..
hanya saja, saya sedikit tertarik dengan berita dengan respon pemerintah.. Di mana pemerintah menyayangkan tindakan masyarakat yang kurang mengapresiasi budaya sendiri hanya menggonggong jika ada klaim asing.. langkah pemerintah sendiri juga nampaknya sesuai dengan ‘prosedur’ yang diharapkan, menenangkan dalam negeri, klarifikasi ke Malaysia, dan lain-lain langkahnya..
pertanyaannya, adalah bukankah hal-hal seperti ini juga terus terjadi di masa lalu? kenyatannya sekarang terulang lagi.. jadi, kalo boleh dibilang, ‘kemana ama ngapain aja pemerintah dari dulu?‘
oke, jika pemerintah berargumen masyarakat kurang apresiasi, apa pemerintahnya uda cukup memfasilitasi?
ya, kita tidak perlu berdebat lagi lah soal pemerintah ata masyarakat kah yang salah, atau mempermasalahkan tetangga kita yang rese’..pemerintah maupun masyarakt udah seharusnya memberi perhatian lebih terhadap masalah budaya..semua elemen kudu bekerja sama dengan baik, ini adalah kunci utamanya..
just go ahead, step forward, and do it better..
toh, setiap hal ada positifnya, termasuk hal ini, yakni Bali bisa saja makin populer
jadi, masih sekedar marah-marah doang?ayolah, yang penting adalah tindakan konkret untuk berubah..
(NB: saya jadi berpikir, gimana kalo Malaysia mempatenkan juga Musik Melayu?unuk hal yang satu ini, yang akan terjungkal ga hanya pemerintah atau seniman saja.. industri musik kita juga akan kacau..apalagi jika melihat potensi industri musik ini, di mana katanya RBT Kangen Band, ST12, Wali, dsb, bisa capai angka miliaran..wohoho..bakal jadi apa ya kalo Malaysia ikut mempatenkan irama musik Melayu?dan bakal gimana masyarakt kita? wallahu a’lam)
-
Archives
- March 2010 (1)
- February 2010 (4)
- January 2010 (2)
- December 2009 (1)
- August 2009 (4)
- July 2009 (3)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS