<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>The Other Side Of Me</title>
	<atom:link href="http://alamism.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://alamism.wordpress.com</link>
	<description>The Best Way to Learn alamism</description>
	<lastBuildDate>Wed, 03 Mar 2010 01:10:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='alamism.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>The Other Side Of Me</title>
		<link>http://alamism.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://alamism.wordpress.com/osd.xml" title="The Other Side Of Me" />
	<atom:link rel='hub' href='http://alamism.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Analisa Dampak Koefisien b dari Rank Size Rule  terhadap Pembangunan Ekonomi Perkotaan di Indonesia</title>
		<link>http://alamism.wordpress.com/2010/03/03/analisa-dampak-koefisien-b-dari-rank-size-rule-terhadap-pembangunan-ekonomi-perkotaan-di-indonesia/</link>
		<comments>http://alamism.wordpress.com/2010/03/03/analisa-dampak-koefisien-b-dari-rank-size-rule-terhadap-pembangunan-ekonomi-perkotaan-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Mar 2010 01:10:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alamism</dc:creator>
				<category><![CDATA[economy]]></category>
		<category><![CDATA[campus life]]></category>
		<category><![CDATA[matematis]]></category>
		<category><![CDATA[uji statistik]]></category>
		<category><![CDATA[urban economics]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alamism.wordpress.com/?p=48</guid>
		<description><![CDATA[(sekedar iseng2, upload tugas perkotaan ke blog ah..sekali2 tulisan tentang ekonomi, hhe) Pendahuluan: Apa itu Rank Size Rule? Jika kita berbicara mengenai kota, maka kita akan berhadapan dengan dua dimensi pengertian dari kota itu sendiri: yakni dimensi administratif dan dimensi ekonomi. Pengertian kota dari dimensi administratif artinya pendefinisian batas-batas wilayah dari kota tersebut secara administrasi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alamism.wordpress.com&amp;blog=7327252&amp;post=48&amp;subd=alamism&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>(sekedar iseng2, upload tugas perkotaan ke blog ah..sekali2 tulisan tentang ekonomi, hhe)</em></p>
<p><strong>Pendahuluan: Apa itu <em>Rank Size Rule?</em></strong></p>
<p>Jika kita berbicara mengenai kota, maka kita akan berhadapan dengan dua dimensi pengertian dari kota itu sendiri: yakni dimensi administratif dan dimensi ekonomi. Pengertian kota dari dimensi administratif artinya pendefinisian batas-batas wilayah dari kota tersebut secara administrasi ditentukan oleh pemerintah. Sementara pengertian kota dari dimensi ekonomi memberikan konsekuensi bahwa batas-batas dari kota itu sendiri dilihat dari aktivitas ekonomi yang ada, tidak lagi dari batas administrasi pemerintah. Contohnya: secara administratif, antara Depok, Jakarta, dan Bekasi merupakan kota-kota yang terpisah. Namun, jika kita memandang dari dimensi ekonomi, maka antara Jakarta, Depok, dan Bekasi merupakan satu kesatuan.</p>
<p>Penggunaan dimensi ekonomi dimana aktivitas ekonomi digunakan sebagai batas wilayah dari suatu kota, memberikan konsekuensi tersendiri yang patut dipertanyakan: bagaimana struktur distribusi aktivitas ekonomi antar-kota ini? Sebuah pertanyaan yang wajar, mengingat sejatinya secara administratif, kota-kota ini merupakan wilayah yang berbeda, terutama dari segi luas wilayahnya.</p>
<p>Permasalahan mengenai ukuran distribusi aktivitas ekonomi perkotaan telah menjadi observasi dari peneliti-peneliti sebelumnya. Hingga permasalahan ini bisa sedikit terjawab oleh rumusan dari Zipf (1949) yang menyimpulkan bahwa ukuran distribusi aktivitas ekonomi dari suatu kota akan mengikuti distribusi Pareto, sekaligus juga memiliki bentuk parameter tertentu (jamak dikenal sebagai Hukum Zipf). Dan Hukum Zipf inilah yang menjadi dasar dari Rank Size Rule, sebuah aturan yang jamak digunakan jika ingin melihat proporsi distribusi aktivitas ekonomi perkotaan dewasa ini.</p>
<p>Dan apa yang menjadi inti gagasan dari <em>Rank Size Rule</em> ini adalah, secara rata-rata, jumlah penduduk atau tingkat populasi yang ada di suatu kota, jika dikalikan dengan peringkat kota tersebut dalam hierarki aktivitas ekonomi perkotaan di suatu negara, adalah sama dengan jumlah populasi yang ada di kota terbesar.</p>
<p>Artinya, jika kita menggunakan <em>Rank Size Rule</em> ini, ketika kita mengalikan jumlah penduduk yang ada di Sukabumi dengan peringkatnya dalam hierarki aktivitas ekonomi perkotaan di Indonesia akan sama dengan jumlah penduduk di kota Jakarta (yang merupakan kota terbesar di Indonesia).</p>
<p>Jika dituliskan dalam rumus matematis, maka secara garis besar inti gagasan <em>Rank Size Rule</em> adalah:</p>
<p>Rank = Peringkat kota berdasarkan jumlah penduduk (terbanyak = 1, dst)</p>
<p>C = Konstanta</p>
<p>N = Jumlah penduduk</p>
<p>Mengacu pada teori yang dikemukakan sebelumnya, bahwa <em>Rank Size Rule </em>ini merupakan aturan yang digunakan untuk menganalisa proporsi distribusi dari aktivitas ekonomi perkotaan, maka komponen penting dari persamaan di atas adalah koefisien <em>b</em>. Apa sebenarnya arti dari koefisien <em>b </em>ini dan apa implikasinya terhadap analisa ekonomi perkotaan di Indonesia, inilah yang menjadi pertanyaan.</p>
<p><strong>Uji Statistik <em>Rank Size Rule </em>terhadap Kota-Kota di Indonesia</strong></p>
<p>Dengan menggunakan rumus matematis dasar hukum Zipf <a href="#_ftn1"><em><strong>[1]</strong></em></a><em> </em>sebagai dasar pengujian statistik yang menggunakan OLS, dan sampel data berupa jumlah populasi di 69 kota di Indonesia yang diperoleh dari sensus penduduk di tahun 2000, maka diperoleh hasil pengujian sebagaimana berikut:</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" align="left">
<tbody>
<tr>
<td colspan="5" width="432" valign="top">Dependent Variable: PENDUDUK</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="5" width="432" valign="top">Method: Least Squares</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="5" width="432" valign="top">Date: 03/06/03     Time: 03:04</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="5" width="432" valign="top">Sample: 1 69</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="5" width="432" valign="top">Included observations: 69</td>
</tr>
<tr>
<td width="135" valign="top">Variable</td>
<td width="72" valign="top">Coefficient</td>
<td width="80" valign="top">Std. Error</td>
<td width="80" valign="top">t-Statistic</td>
<td width="65" valign="top">Prob.</td>
</tr>
<tr>
<td width="135" valign="top">C</td>
<td width="72" valign="top">7.102894</td>
<td width="80" valign="top">0.072957</td>
<td width="80" valign="top">97.35660</td>
<td width="65" valign="top">0.0000</td>
</tr>
<tr>
<td width="135" valign="top">RANKING</td>
<td width="72" valign="top">-1.181318</td>
<td width="80" valign="top">0.049408</td>
<td width="80" valign="top">-23.90938</td>
<td width="65" valign="top">0.0000</td>
</tr>
<tr>
<td width="135" valign="top">R-squared</td>
<td width="72" valign="top">0.895093</td>
<td colspan="2" width="159" valign="top">Mean   dependent var</td>
<td width="65" valign="top">5.421085</td>
</tr>
<tr>
<td width="135" valign="top">Adjusted R-squared</td>
<td width="72" valign="top">0.893527</td>
<td colspan="2" width="159" valign="top">S.D.   dependent var</td>
<td width="65" valign="top">0.492933</td>
</tr>
<tr>
<td width="135" valign="top">S.E. of regression</td>
<td width="72" valign="top">0.160845</td>
<td colspan="2" width="159" valign="top">Akaike info   criterion</td>
<td width="65" valign="top">-0.788193</td>
</tr>
<tr>
<td width="135" valign="top">Sum squared resid</td>
<td width="72" valign="top">1.733366</td>
<td colspan="2" width="159" valign="top">Schwarz criterion</td>
<td width="65" valign="top">-0.723437</td>
</tr>
<tr>
<td width="135" valign="top">Log likelihood</td>
<td width="72" valign="top">29.19267</td>
<td colspan="2" width="159" valign="top">F-statistic</td>
<td width="65" valign="top">571.6583</td>
</tr>
<tr>
<td width="135" valign="top">Durbin-Watson stat</td>
<td width="72" valign="top">0.146874</td>
<td colspan="2" width="159" valign="top">Prob(F-statistic)</td>
<td width="65" valign="top">0.000000</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Jika mengacu pada teori <em>Rank Size Rule </em>dan rumusan matematis Hukum Zipf yang dikemukan di awal, maka sesungguhnya nilai dari koefisien <em>b </em>adalah sama dengan nilai koefisien dari variable ranking. Artinya, mengacu pada uji statistik yang digunakan, maka nilai dari koefisien <em>b </em> dari 69 kota yang ada di Indonesia adalah sebesar -1,1813.</p>
<p><strong>Interpretasi: Apa arti dari Koefisien <em>b </em>dan apa dampaknya terhadap Perekonomian?</strong></p>
<p>Sedikit untuk mengingat kembali, bahwa apa yang menjadi inti gagasan dari <em>Rank Size Rule </em>dan Hukum Zipf adalah sama-sama menyoal proporsi distribusi dari aktivitas ekonomi kota-kota yang ada di suatu Negara. Adapun teori utama yang coba dijelaskan dalam <em>Rank Size Rule </em>adalah bahwa jumlah penduduk atau tingkat populasi dari suatu kota, jika dikalikan dengan peringkat kota tersebut dalam hierarki aktivitas ekonomi perkotaan di suatu negara, adalah sama dengan jumlah populasi yang ada di kota terbesar (Rank = C/N<sup>b</sup>).</p>
<p>Dari penjelasan teori dan rumus matematis singkat di atas, maka didapat suatu kesimpulan bahwa sebenarnya koefisien b ini menggambarkan seberapa jauh jurang perbedaan antara aktivitas ekonomi kota-kota di Indonesia dengan Jakarta sebagai kota terbesar. Jika mengesampingkan jumlah populasi dan peringkat suatu kota, maka aktivitas ekonomi yang ada di Jakarta 1,1813 kali lebih besar daripada aktivitas ekonomi yang ada di kota lain. Tentunya, jurang perbedaan aktivitas ekonomi antar kota ini akan semakin besar ketika jumlah populasi juga dihitung.</p>
<p>Dan, jika melihat pada data yang ada, jumlah penduduk di Jakarta adalah sebanyak                            8.347.083 jiwa, sementara jumlah penduduk yang ada di Surabaya selaku kota terbesar kedua  hanya sebanyak 2.595.359. Perbedaan penduduk yang hampir empat kali lipat ini sudah bisa menggambarkan perbedaan aktivitas ekonomi yang cukup signifikan di Indonesia, apalagi jika dikalikan dengan besaran koefisien <em>b</em> yang sebesar 1,1813 ini.</p>
<p>Dari uji statistik di atas, dan interpretasi terhadap hasil koefisien <em>b </em>yang didapat, maka kita bisa mendapatkan bahwa distribusi pembangunan ekonomi kota-kota di Indonesia masih belum merata. Sentralisasi pembangunan masih terasa. Angka koefisien <em>b </em>yang sebesar 1,1813 mungkin terlihat kecil dan cukup baik, namun yang perlu diperhatikan lagi bahwa angka itu baru didapat dari hasil sampel 69 kota yang tergolong kota besar. Masih banyak kota-kota kecil lagi yang belum dihitung. Artinya angka koefisien <em>b </em>ini bisa semakin lebih besar. Dan artinya distribusi pembangunan ekonomi kota-kota di Indonesia belum proporsional.</p>
<p>Inilah yang menjadi tugas berat pemerintah ke depan, utamanya semenjak era Otonomi Daerah diberlakukan. Mampukah Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat untuk saling bekerja sama menggenjot perekonomian daerah, khususnya dalam mengejar pemerataan aktivitas ekonomi perkotaan. Agar cita-cita otonomi daerah dan desentralisasi dapat benar-benar terealisasi, tidak sebatas wacana seperti yang sudah-sudah.</p>
<hr size="1" /><a href="#_ftnref1">[1]</a> Jika mengacu pada rumus matematis dari Hukum Zipf yang menjadi dasar dari Rank Size Rule ini, maka rumusannya adalah: log S<sub>(i) </sub>≈ α<sub>0</sub>+α<sub>1</sub> log i dimana S<sub>(i)</sub> menggambarkan jumlah populasi dan i mengindikasikan peringkatnya dalam hierarki ekonomi. Di sini,  α<sub>0</sub>&gt; 0 dan α<sub>1</sub> &lt; 0, dan akan menjadi sebuah Rank Size Rule jika α<sub>1</sub> =-1.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alamism.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alamism.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alamism.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alamism.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alamism.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alamism.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alamism.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alamism.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alamism.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alamism.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alamism.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alamism.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alamism.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alamism.wordpress.com/48/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alamism.wordpress.com&amp;blog=7327252&amp;post=48&amp;subd=alamism&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alamism.wordpress.com/2010/03/03/analisa-dampak-koefisien-b-dari-rank-size-rule-terhadap-pembangunan-ekonomi-perkotaan-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/78b0b495b566e89fe62d54a837e5f031?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alamism</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sajak Cinta Murahan</title>
		<link>http://alamism.wordpress.com/2010/02/26/sajak-cinta-murahan/</link>
		<comments>http://alamism.wordpress.com/2010/02/26/sajak-cinta-murahan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Feb 2010 19:43:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alamism</dc:creator>
				<category><![CDATA[Igauan]]></category>
		<category><![CDATA[literature]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alamism.wordpress.com/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[Sayangku, Andai aku bisa berkata-kata seperti para penyair bersajak Aku ingin bisa mengatakan padamu bahwa aku sungguh mencintaimu Tapi ternyata memang benar, di dunia ini ada banyak hal yang tidak bisa diungkapkan lewat kata Termasuk rasa cintaku padamu, yang ternyata tak pernah tersampaikan secara nyata padamu Sayangku, Andai aku bisa memutar waktu Aku ingin kembali [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alamism.wordpress.com&amp;blog=7327252&amp;post=46&amp;subd=alamism&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sayangku,</p>
<p>Andai aku bisa berkata-kata seperti para penyair bersajak</p>
<p>Aku ingin bisa mengatakan padamu bahwa aku sungguh mencintaimu</p>
<p>Tapi ternyata memang benar, di dunia ini ada banyak hal yang tidak bisa diungkapkan lewat kata</p>
<p>Termasuk rasa cintaku padamu, yang ternyata tak pernah tersampaikan secara nyata padamu</p>
<p>Sayangku,</p>
<p>Andai aku bisa memutar waktu</p>
<p>Aku ingin kembali ke masa lampau, mengulang lagi memori indah antara kita berdua</p>
<p>Tapi ternyata memang benar, sesuatu yang telah lalu tak bisa berlalu lagi</p>
<p>Termasuk kisah cinta kita, yang ternyata hanyalah kisah cinta murahan, yang palsu seperti di tivi</p>
<p>Sayangku,</p>
<p>Andai aku bisa mengubah jalanku,</p>
<p>Aku ingin bersamamu, selalu bersamamu, dan hanya bersamamu</p>
<p>Tapi ternyata memang benar, pasangan sehidup semati hanyalah omong kosong pujangga belaka</p>
<p>Termasuk kau dan aku, yang ternyata tak pernah bisa dan tak akan pernah satu</p>
<p>Sayangku,</p>
<p>Andai aku bisa berkata-kata seperti para penyair, bisa memutar waktu, dan bisa mengubah jalanku,</p>
<p>Aku ingin bisa menunjukkan padamu dan meyakinkan dirimu, bahwa aku sungguh cinta kamu</p>
<p>Tapi ternyata memang benar, di dunia ini tidak ada cinta sejati</p>
<p>Dan ternyata kamu memang benar, aku ternyata tidak pernah cinta kamu,</p>
<p>Dan ternyata memang benar, kisah cinta kita adalah sebuah kisah cinta murahan</p>
<p>Yang penuh dengan isak tangis palsu dan rayu gombal kemunafikan</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alamism.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alamism.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alamism.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alamism.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alamism.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alamism.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alamism.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alamism.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alamism.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alamism.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alamism.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alamism.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alamism.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alamism.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alamism.wordpress.com&amp;blog=7327252&amp;post=46&amp;subd=alamism&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alamism.wordpress.com/2010/02/26/sajak-cinta-murahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/78b0b495b566e89fe62d54a837e5f031?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alamism</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerita tentang Kantin Mahasiswa</title>
		<link>http://alamism.wordpress.com/2010/02/26/cerita-tentang-kantin-mahasiswa/</link>
		<comments>http://alamism.wordpress.com/2010/02/26/cerita-tentang-kantin-mahasiswa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Feb 2010 19:41:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alamism</dc:creator>
				<category><![CDATA[Igauan]]></category>
		<category><![CDATA[literature]]></category>
		<category><![CDATA[dunia kampus]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alamism.wordpress.com/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[Ini adalah sebuah kantin mahasiswa Surga bagi mereka yang merasa disiksa dalam neraka bernama ruang kelas Sekaligus neraka bagi mereka yang menemukan kedamaian di ruang kelasnya Ini adalah sebuah kantin Mahasiswa Saat dimana mahasiswa bisa membebaskan diri Tanpa bermunafik lagi di depan dosen, menjadi apapun yang ia mau Lihatlah pada suatu ujung Ada yang bermain [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alamism.wordpress.com&amp;blog=7327252&amp;post=44&amp;subd=alamism&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini adalah sebuah kantin mahasiswa<br />
Surga bagi mereka yang merasa disiksa dalam neraka bernama ruang kelas<br />
Sekaligus neraka bagi mereka yang menemukan kedamaian di ruang kelasnya</p>
<p>Ini adalah sebuah kantin Mahasiswa<br />
Saat dimana mahasiswa bisa membebaskan diri<br />
Tanpa bermunafik lagi di depan dosen, menjadi apapun yang ia mau</p>
<p>Lihatlah pada suatu ujung<br />
Ada yang bermain kartu,<br />
Begitu asiknya dengan asap yang mengepul<br />
Tak peduli dengan mahasiswi yang makan di balik punggung<br />
Tak risau dengan waktu kuliah yang sudah menunggu dari sejam yang lalu<br />
Hanya kartu dan mungkin sedikit uang taruhan yang terpikirkan<br />
Hanya riuh gelak tawa yang terucapkan<br />
Dan mungkin sesekali akan terdengar makian dari mereka yang kalah<br />
(Buat apa kita kuliah, kalau bisa main kartu?<br />
Yang penting main kartu dan cari duit dulu, kuliah bisa menunggu<br />
Yang penting kan absen ga jebol, dan ujian bisa ikut)</p>
<p>Lihatlah pada ujung yang lain<br />
Mahasiswa-mahasiswa aktivis<br />
Duduk melingkar bak intelek-intelek elit<br />
Lihatlah di meja:<br />
Kopi, Rokok, dan buku-buku tentang pergerakan serta perpolitikan bangsa<br />
Tidak ada makanan, tidak ada canda<br />
(Kami tidak sempat untuk tertawa jika memikirkan saudara kami yang bersedih<br />
Kami tidak tega untuk makan jika memikirkan saudara kami yang kelaparan<br />
Kami tidak sampai hati untuk kuliah sementara saudara kami ada yang tidak bisa sekolah<br />
Kami hanya peduli dengan saudara kami, dengan bangsa ini<br />
Dan hanya kamilah golongan mahasiswa yang sanggup merubah itu semua)</p>
<p>Lihatlah pada ujung yang lain<br />
Kelompok mahasiswa seniman<br />
Secara ragawi, mereka sedang duduk bersama di dalam kantin mahasiswa<br />
Tapi secara ruhani, entah mereka ada di mana sekarang<br />
Ada yang melayang mengikuti alur cerita dari buku sastra yang ia baca<br />
Ada yang melayang mengikuti melodi gitar yang ia tirukan dari seorang legenda musik<br />
Dan ada yang melayang bersama…. Ah tak jelas melayang bersama apa, hanya melayang saja,<br />
Katanya sedang cari inspirasi<br />
(Ini adalah seni<br />
Manusia boleh pintar, tapi belum tentu mereka bisa memahami keindahan seni<br />
Dan kamilah orang-orang yang dipilih Tuhan<br />
Untuk menjadi golongan istimewa, golongan yang paham keindahan seni)</p>
<p>Lihatlah pada ujung lainnya<br />
Golongan mahasiswa terpelajar<br />
Golongan mahasiswa baik-baik, teladan bagi yang lain<br />
Tidak ada asap mengepul dari tempat mereka<br />
Di atas meja, piring makan berebut tempat dengan buku-buku kuliah tebal<br />
Golongan mahasiswa terpelajar makan secara tertib<br />
Teratur, tidak berisik<br />
Kalaupun perlu bicara, hanya seperlunya saja,<br />
Itupun seringkali berhubungan dengan kuliah, kuliah, dan kuliah<br />
(Kami adalah mahasiswa<br />
Tugas kami adalah belajar, belajar, dan belajar<br />
Kami sudah banyak merepotkan orang tua kami<br />
Sudah saatnya kami membalas mereka<br />
Yaitu dengan rajin belajar, belajar, dan hanya belajar<br />
Agar kami bisa sukses di kemudian hari)</p>
<p>Ada juga kau temui di ujung,<br />
Kelompok mahasiswa yang putus asa<br />
Merokok-merokok-merokok, melamun-melamun-melamun,<br />
Hanya itu yang dilakukan<br />
Tak tahu apa sebab mereka begitu<br />
Hanya saja golongan ini dinamakan golongan putus asa<br />
Golongan yang sudah putus asa akan kuliahnya yang tak kunjung membaik, tapi sayang untuk dilepas<br />
Golongan yang sudah putus asa akan cinta yang tak kunjung berbalas, tapi jijik untuk berganti orientasi seksual<br />
Golongan yang dikecewakan oleh sahabatnya sendiri, tapi tak tega meninggalkan sahabatnya itu<br />
Golongan mahasiswa putus asa, golongan orang-orang terpuruk,<br />
Yang isinya selalu orang yang tersisih keadaan<br />
Yang selalu berbeda manusianya dari bulan ke bulan, tergantung musimnya</p>
<p>Dan masih banyak lagi, mahasiswa-mahasiswa yang sering nongol di kantin,<br />
Ada mahasiswa yang kelelahan setelah berolahraga,<br />
Mampir hanya untuk melepas lelah, setelah itu cabut lagi ke arena pertandingan<br />
Ada mahasiswa yang datang sekedar untuk kumpul-kumpul dulu,<br />
Membicarakan mau jalan-jalan kemana, setelah itu berangkat ke pusat perbelanjaan<br />
Dan ada pula mahasiswa yang sekedar datang ke kantin<br />
Hanya untuk mencari kenalannya yang sedang makan atau merokok,<br />
Setelah itu dia ngeloyor pergi begitu dapat apa yang dia ingini</p>
<p>Perhatikanlah kantin mahasiswa ini<br />
Begitu menarik, begitu memikat hati<br />
Bukan pada makanan yang menjadi daya tarik<br />
Tapi pada orang-orang yang ada di kantin inilah daya tarik itu berasal</p>
<p>Berbagai topic pembicaraan dibahas di sini<br />
Mulai dari asmara, lika-liku politik kampus, kompleksitas sebuah kalkulus,<br />
Hingga kata-kata makian dan olokan dapat didengarkan di kantin mahasiswa</p>
<p>Di kantin inilah, para pemuda harapan bangsa, berkumpul di sela-sela kuliahnya<br />
Ada yang jadi dosen di masa depan, padahal kerjaannya sekarang hanya main kartu<br />
Ada yang jadi pemimpin bangsa di masa depan, padahal sekarang hanyalah golongan putus asa<br />
Atau mungkin justru menjadi pengkhianat bangsa di masa depan,<br />
Walaupun sekarang getol bicara pergerakan dan bicara tentang belajar,belajar, dan belajar</p>
<p>Semuanya begitu menarik jika kita membicarakan tentang kantin mahasiswa<br />
Tentang orang-orangnya dan tentang apa yang mereka bicarakan, semuanya memikat hati<br />
Dan karenanyalah aku bersyukur bisa mengenal tempat ini begitu dalam,<br />
Walaupun hanya sebatas penjaja nasi uduk</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alamism.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alamism.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alamism.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alamism.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alamism.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alamism.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alamism.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alamism.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alamism.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alamism.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alamism.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alamism.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alamism.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alamism.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alamism.wordpress.com&amp;blog=7327252&amp;post=44&amp;subd=alamism&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alamism.wordpress.com/2010/02/26/cerita-tentang-kantin-mahasiswa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/78b0b495b566e89fe62d54a837e5f031?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alamism</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sajak kata hati</title>
		<link>http://alamism.wordpress.com/2010/02/26/sajak-kata-hati/</link>
		<comments>http://alamism.wordpress.com/2010/02/26/sajak-kata-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Feb 2010 19:38:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alamism</dc:creator>
				<category><![CDATA[Igauan]]></category>
		<category><![CDATA[literature]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alamism.wordpress.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah kata hati Sebuah kebenaran yang selalu tertutupi Dengan berbagai kata-kata manis Akankah kita selalu mengkhianati Kata-kata hati yang terbersit di nurani? Andai ada suatu kebenaran yang pasti Maka itulah kata hati Anda ada suatu kebenaran yang murni Maka itulah kata hati Apa yang kita inginkan dengan pasti Apa yang kita inginkan dengan yakin Sesuatu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alamism.wordpress.com&amp;blog=7327252&amp;post=42&amp;subd=alamism&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Sebuah kata hati<br />
Sebuah kebenaran yang selalu tertutupi<br />
Dengan berbagai kata-kata manis<br />
Akankah kita selalu mengkhianati<br />
Kata-kata hati yang terbersit di nurani?</em></p>
<p>Andai ada suatu kebenaran yang pasti<br />
Maka itulah kata hati<br />
Anda ada suatu kebenaran yang murni<br />
Maka itulah kata hati<br />
Apa yang kita inginkan dengan pasti<br />
Apa yang kita inginkan dengan yakin<br />
Sesuatu yang paling murni dan yang paling hakiki<br />
Dari suatu yang paling kita maui maupun paling kita setujui<br />
Itulah kata hati</p>
<p>Berapa banyak manusia yang mengingkari kata hati<br />
Dengan berbagai kata-kata manis yang membius<br />
Dengan berbagai alasan yang diada-adakan dan dilebih-lebihkan<br />
Dengan Memutarbalikkan fakta dan logika<br />
Demi mengingkari kata hati<br />
Demi memperoleh kebenaran yang semu<br />
Kebenaran yang melenakan manusia barang sesaat yang pada akhirnya<br />
Hanya menyajikan kemunafikan dan kehancuran saja</p>
<p>Manusia boleh berdalih<br />
Bahwa hanya mereka yang mengerti<br />
Tentang pribadi masing-masing<br />
Namun itu hanyalah dalih<br />
Karena tetaplah yang paling mengerti<br />
Adalah kata hati</p>
<p>Jadi untuk apakah manusia mengkhianati kata hatinya?<br />
Untuk apakah manusia mengelabui akal sehatnya yang paling sehat?<br />
Untuk apakah manusia mengingkari kebenaran yang paling hakiki?<br />
Untuk apakah manusia menghindari apa yang paling ingin ia dekati?<br />
Untuk apakah manusia menolak apa yang paling ia kehendaki?<br />
Untuk apakah manusia mempertanyakan sesuatu yang tidak perlu lagi dipertanyakan?<br />
Dan untuk apakah manusia manusia melakukan itu semua,<br />
Melakukan pengkhianatan atas kata hati apa mereka?</p>
<p>Biarkan kata hati bicara<br />
Biarkan apa yang benar itu benar dan yang salah itu salah<br />
Tidak ada kebenaran yang berangkat dari kemunafikan<br />
Tidak ada kebenaran yang perlu dipercantik maupun ditutupi<br />
Dan tidak ada suatu kebenaran yang mengingkari kata hati</p>
<p>Jika menurut kata hatimu benar, maka itu benar<br />
Jika menurut kata hatimu kau ingin hal itu, maka kau memang ingin hal itu<br />
Tidak perlu lagi kata-kata lain selain kata hati</p>
<p>Dan bebaskan aku, kata hatimu<br />
Untuk lebih berbicara,<br />
Dan dengarkan aku, kata hatimu,<br />
Dan aku akan membawamu ke kebenaran, membawamu ke apa yang benar-benar kau maui</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alamism.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alamism.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alamism.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alamism.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alamism.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alamism.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alamism.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alamism.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alamism.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alamism.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alamism.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alamism.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alamism.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alamism.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alamism.wordpress.com&amp;blog=7327252&amp;post=42&amp;subd=alamism&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alamism.wordpress.com/2010/02/26/sajak-kata-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/78b0b495b566e89fe62d54a837e5f031?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alamism</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerita Tentang Warung Kopi Asik</title>
		<link>http://alamism.wordpress.com/2010/02/26/cerita-tentang-warung-kopi-asik/</link>
		<comments>http://alamism.wordpress.com/2010/02/26/cerita-tentang-warung-kopi-asik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Feb 2010 19:36:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alamism</dc:creator>
				<category><![CDATA[Igauan]]></category>
		<category><![CDATA[literature]]></category>
		<category><![CDATA[kopi]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alamism.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Ini adalah sebuah warung kopi usaha turun temurun tujuh generasi dan konon ini adalah tempat ngopi yang paling asik selama tujuh generasi (dan entah sejak kapan nama warung Kopi ini jadi &#8220;Warung Kopi Asik&#8221;) Ini adalah sebuah warung kopi warung kopi tradisionil dengan hidangan tertulis hanya tiga: indomi, gorengan tahu-tempe, dan aneka kopi tidak ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alamism.wordpress.com&amp;blog=7327252&amp;post=39&amp;subd=alamism&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini adalah sebuah warung kopi<br />
usaha turun temurun tujuh generasi<br />
dan konon<br />
ini adalah tempat ngopi yang paling asik<br />
selama tujuh generasi</p>
<p>(dan entah sejak kapan<br />
nama warung Kopi ini jadi &#8220;Warung Kopi Asik&#8221;)</p>
<p>Ini adalah sebuah warung kopi<br />
warung kopi tradisionil<br />
dengan hidangan tertulis hanya tiga:<br />
indomi, gorengan tahu-tempe, dan aneka kopi<br />
tidak ada es teh manis, es jeruk, roti bakar, atau apalah itu<br />
aneka kopi pun bukanlah kopi-kopi aneh macam capuccino, latte, atau apalah itu<br />
bahkan merek-merek kopi bubuk yang kau kenal pun tidak ada<br />
hanya ada indomi goreng dan rebus tanpa telor<br />
gorengan tahu dan tempe<br />
serta kopi item, kopi susu, dan kopi jahe<br />
tanpa yang lain</p>
<p>jika kau mau pesan yang lain:<br />
kau hanya dapat air putih<br />
jika mau protes:<br />
silakan pergi<br />
itulah aturan warung kopi asik</p>
<p>ini hanyalah sebuah warung kopi tradisionil<br />
jika kau cari AC, internet, sofa empuk dan televisi di sini<br />
kau hanya menemui ventilasi, bangku kayu, dan transistor<br />
yang konon kabarnya merupakan warisan dari generasi pertama<br />
kalaupun ada yang terhitung baru, hanyalah sebuah gitar akustik saja<br />
yang katanya pemberian dari seorang pelanggan</p>
<p>jika kau pikir warung kopi ini dibilang asik karena tempatnya<br />
maka kau salah<br />
kau hanya menemui sebuah warung kopi dengan ukuran seperti pas foto: 3&#215;4<br />
juga bukan warung kopi pinggir jalan<br />
tapi warung kopi depan kuburan :<br />
kuburan dari pemilik warung kopi generasi sebelumnya</p>
<p>jika kau pikir warung kopi ini dibilang asik karena pemiliknya<br />
maka alih-alih mendapatkan perempuan bahenol<br />
kau hanya menemui aki-aki tua berpeci dan bersarung<br />
serta mulut yang selalu mengunyah sirih<br />
yang untungnya, baik peci, sarung dan sirih<br />
bukanlah warisan generasi pertama</p>
<p>mungkin kau akan bertanya:<br />
lantas apanya yang asik?<br />
apakah aku hanya berbohong?<br />
tidak kawan, aku tidak berbohong,<br />
alasan mengapa warung kopi ini dikatakan warung kopi asik<br />
dan mengapa warung kopi ini begitu ramai<br />
justru ada pada pemiliknya</p>
<p>don&#8217;t judge the book just by its cover, kata orang<br />
dan jangan nilai warung kopi ini hanya dari tampilannya<br />
karena jika begitu<br />
kau tidak akan pernah menyadari betapa &#8216;ajaibnya&#8217; warung ini<br />
atau lebih tepatnya pemilik warung ini</p>
<p>tanpa pernah orang tahu bagaimana ceritanya,<br />
ketika ada sekelompok mahasiswa berdialog tentang filsafat kiri<br />
ketika mahasiswa baru sampai mendiskusikan marx-engels,<br />
tiba-tiba si aki nyeletuk, &#8220;paham tersebut ada baiknya jika ditinjau dari sudut pandang nietzsche maupun gramsci, karena menurut nietzsche dan gramsci, blablabla&#8221;<br />
yang akhirnya sesi ngopi mahasiswa tersebut berakhir dengan sesi kuliah filsafat kiri<br />
(dan mahasiswa ini sekarang merupakan langganan tetap warung kopi asik ini<br />
dan sering berdiskusi tentang banyak hal<br />
mulai dari filsafat, politik dan ekonomi<br />
yang entah bagaimana si kakek bisa tahu Socrates, Montesquieu, hingga Tan Malaka dan Ahmad Wahib)</p>
<p>tanpa pernah orang tahu bagaimana ceritanya,<br />
ketika sekelompok peneliti muda berdialog tentang dasar-dasar teori fisika modern<br />
ketika peneliti ini mengkaji tentang azas relativitas einstein,<br />
tiba-tiba si aki, sambil menghidangkan kopi nyeletuk, &#8220;apa sudah dikaitkan dengan azas ketiadk-pastian heisenberg? lalu bagaimana dengan teori dari planck dan feynman? sudahkah kalian bahas?blablabla&#8221;<br />
yang akhirnya sesi ngopi peneliti tersebut berakhir menjadi dialog seru tentang fisika modern<br />
(dan peneliti ini sekarang merupakan langganan tetap warung kopi asik ini<br />
sambil ngopi mereka biasanya ngobrol tentang topik jurnal dan penelitian yang terbaru<br />
yang entah bagaimana si aki tahu dengan pasti beserta rumus matematiknya)</p>
<p>tanpa pernah orang tahu bagaimana ceritanya pula,<br />
pernah datang sekelompok pemusik, datang membawa gitar akustik<br />
yang tampaknya ingin menguji si aki<br />
mereka berdebat tentang rock, blues, dan jazz: aliran mana yang lebih oke<br />
sambil memamerkan skill gitar<br />
tiba-tiba si aki nyeletuk &#8220;itu mah masalah selera..tapi sebenernya semua bisa digabungin kok..&#8221;<br />
lalu si aki tiba-tiba meminjam gitar pemusik ini<br />
dan tiba-tiba dia memainkan melodi-melodi gitar Santana untuk menunjukkan &#8220;bahkan rock, blues, jazz bisa digabungin skaligus bersama latin, asal kalian benar memainkannya&#8221;<br />
(akhirnya sesi itu ditutup dengan pemusik yang menganga<br />
dan penyerahan gitar akustik oleh pemusik itu kepada si aki<br />
dan sampai skarang mereka menjadi langganan tetap untuk diskusi tntang karya baru mereka<br />
bersama si aki)</p>
<p>ini mungkin warung kopi biasa<br />
tapi pemiliknya bukanlah pemilik warung kopi biasa<br />
banyak mitos yang berkaitan dengan si pemilk kopi<br />
mulai dari siapa nama aslinya (hanya biasa dipangigil Pak Pi, singkatan dari &#8216;Pak, Kopi&#8217;)<br />
hingga isu bahwa sebenernya dia adalah justru pendiri warung kopi tersebut yang tidak bisa mati (mengingat tidak ada satupun keluarga dari si pemilik warung kopi ini)</p>
<p>apapun itu, satu yang jelas<br />
jika kau datang kemari<br />
berbicaralah sesukamu bertanyalah sekenamu kepada si pemilik<br />
dan kau pasti tidak mengira bahwa si pemilik bisa tahu semua yang kau pikirkan<br />
bahkan bisa tahu apa yang tidak kau tahu<br />
yang semua itu membuatmu tidak merasa ada di warung kopi<br />
atau tidak membuatmu merasa sedang berbicara dengan pemilik warung</p>
<p>kau justru akan merasa ada di rumah<br />
atau mungkin di kantor<br />
mungkin di kampus<br />
sedang ngobrol dengan orang tua, pasangan, atasan, atau mungkin dosen<br />
yang herannya, topik-topik tersebut bisa dilakukan kesemuanya dengan sempurna<br />
oleh si pemilik<br />
hingga membuatmu merasa nyaman<br />
hingga akhirnya kau akan sadar<br />
mengapa warung kopi ini<br />
dinamakan &#8220;warung kopi asik, tempat ngopi paling asik selama tujuh generasi&#8221;</p>
<p>datanglah ke warung kopi asik<br />
dan kau akan mengerti<br />
bahwa memang warung kopi ini warung kopi asik<br />
hanya saja ada yang perlu kau perhatikan jika kemari</p>
<p>tidak ada es teh manis, es jeruk, roti bakar, atau apalah itu<br />
tidak ada capuccino, latte, atau apalah itu<br />
tidak ada AC, internet, sofa empuk dan televisi, atau apalah itu<br />
yang ada hanya warung kopi tradisionil biasa dengan pemilik luar biasa<br />
Jika kau mau pesan yang lain:<br />
kau hanya dapat air putih<br />
jika mau protes:<br />
silakan pergi</p>
<p>itulah aturan warung kopi asik</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alamism.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alamism.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alamism.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alamism.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alamism.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alamism.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alamism.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alamism.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alamism.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alamism.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alamism.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alamism.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alamism.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alamism.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alamism.wordpress.com&amp;blog=7327252&amp;post=39&amp;subd=alamism&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alamism.wordpress.com/2010/02/26/cerita-tentang-warung-kopi-asik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/78b0b495b566e89fe62d54a837e5f031?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alamism</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sajak Orang Bodoh</title>
		<link>http://alamism.wordpress.com/2010/01/25/sajak-orang-bodoh/</link>
		<comments>http://alamism.wordpress.com/2010/01/25/sajak-orang-bodoh/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2010 22:00:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alamism</dc:creator>
				<category><![CDATA[Igauan]]></category>
		<category><![CDATA[literature]]></category>
		<category><![CDATA[philosophy]]></category>
		<category><![CDATA[politics]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alamism.wordpress.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[orang bilang diam itu emas maka aku pun hanya terdiam lantas datanglah orang-orang berduyun-duyun mereka mengelilingiku mengoceh tentang hal-hal yang aku tidak mengerti yang mungkin tidak juga kau mengerti mengoceh tentang sesuatu yang kata mereka penting kata mereka menyangkut hajat hidup orang banyak dan kata mereka menyangkut masa depan anak cucu aku mencoba menyimak hei, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alamism.wordpress.com&amp;blog=7327252&amp;post=36&amp;subd=alamism&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>orang bilang diam itu emas<br />
maka aku pun hanya terdiam</p>
<p>lantas datanglah orang-orang<br />
berduyun-duyun mereka mengelilingiku<br />
mengoceh tentang hal-hal yang aku tidak mengerti<br />
yang mungkin tidak juga kau mengerti</p>
<p>mengoceh tentang sesuatu<br />
yang kata mereka penting<br />
kata mereka menyangkut hajat hidup orang banyak<br />
dan kata mereka menyangkut masa depan anak cucu</p>
<p>aku mencoba menyimak<br />
hei, apa ini<br />
kok tidak ada satu pun yang aku mengerti?<br />
oke, aku spakat<br />
aku memang agak bodoh<br />
(ya, bolehlah aku memperhalus kenyataan sedikit<br />
bahwa aku lebih parah dari itu: idiot, terbelakang)</p>
<p>tapi tunggu2..<br />
yang dikemukakan orang-orang ini..<br />
katanya hal yang penting<br />
hal yang menyangkut hajat hidup orang banyak<br />
dan anak cucu..</p>
<p>kalo memang begitu tentu saya ada di dalamnya dong?<br />
tapi kok saya tidak tahu apa-apa ya..</p>
<p>orang-orang ini sebenarnya pake bahasa apa sih?<br />
fisik sama, kebangsaan sama, tapi kok saya sama sekali tidak tahu kata-kata mereka..<br />
kalo kata orang kota, bahasa mereka tuh<br />
ketinggian coy!</p>
<p>oke ketinggian..<br />
jadi mereka yang terlalu pintar<br />
atau saya yang terlalu bodoh<br />
atau orang-orang ini yang sok pintar</p>
<p>tak tahulah<br />
hanya Tuhan yang tahu (walaupun saya tidak berhak bawa-bawa nama Tuhan)..</p>
<p>dan daripada saya psing-pusing ikut mikirin hal yang saya tak tahu ini<br />
lebih baik saya ngopi-ngopi sore saja<br />
bersama kawan-kawan dekat<br />
karena apa yang penting bagi saya saat ini adalah persahabatan dengan kawan saya<br />
toh jika dipaksa menyimak omongan orang-orang pintar ini<br />
(ya anggaplah mereka memang lebih pintar dari saya)<br />
saya tidak akan tahu apa-apa..dan toh jika saya dipaksa bicara<br />
toh saya akan mengacaukan jalan pembicaraan<br />
karena mereka lebh pintar</p>
<p>jadi saya menyingkir<br />
mengopi di sore hari<br />
bersama sahabat karib<br />
adakah yang lebih penting dari ini?</p>
<p>orang bilang diam itu emas<br />
maka aku pun hanya terdiam</p>
<p>lalu datanglah salah seorang dari orang pintar<br />
tapi berisik ini<br />
menghampiriku yang sedang minum kopi panas<br />
&#8220;kau orang yang apatis<br />
apa kau tidak peduli dengan bangsa kita?<br />
mau jadi apa bangsa kalo pemimpinnya macam kau ini?&#8221;</p>
<p>dan datang orang yang lain<br />
&#8220;berkontribusilah hai pemuda<br />
walaupun sedikit<br />
karena kaulah pemimpin di masa datang&#8221;</p>
<p>dan makin banyak orang-orang berisik lain yang datang, dan semuanya ganti berbicara di depanku<br />
dan topiknya berganti tentangku</p>
<p>oh tidak!!<br />
saya hanya orang bodoh<br />
saya tidak tahu apa yang kalian ucapkan<br />
bahkan saya tidak tahu arti apatis atau kontribusi<br />
tolong gunakan istilah yang mudah sedikit dong<br />
saya kan tidak mengenyam pendidikan setinggi kalian</p>
<p>tapi ada beberapa hal yang saya tahu<br />
bahwa:<br />
1. apa yang kalian omongkan itu terlalu ketinggian<br />
dan orang awam seperti saya dan kawan-kawan saya ini tidak mengerti<br />
kalau memang itu penting<br />
bisakah diperhalus sedikit?<br />
kalau kalian tidak mampu, buat apa kalian belajar?<br />
untuk diri kalian sendiri? jadi kalian lah yang munafik<br />
sampaikanlah ilmu itu dalam bahasa yang mudah dicerna</p>
<p>karena untuk itulah kalian belajar<br />
jika kalian justru mempersulit orang lain belajar apa yang kalian pelajari<br />
menggunakan bahsa yang menurut kalian mudah<br />
(sedangkan tidak menurut awam seperti saya)<br />
maka kalian selama ini tidak belajar apa-apa.<br />
karena jika kalian belajar<br />
mudahlah kalian menyampaikan itu dengan mudah<br />
(ups tunggu jangan marah, ini kan pandangan orang bodoh<br />
saya mah tidak tahu apa-apa dibanding kalian)</p>
<p>2. dan apa yang kalian bilang dengan penting dan anak cucu<br />
aduh, saya mah pusing dengan itu semua<br />
menambah pikiran saja<br />
untuk memikirkan makan apa besok saja otak saya sudah tidak kuat?<br />
tidak bisakah kalian memikirkan sesuatu yang konkrit?<br />
atau lebih tepatnya melakukan hal yang konkrit?</p>
<p>ajarkan pada saya<br />
apa yang harus saya kerjakan untuk bisa makan di hari esok<br />
harga sekarang ini mahal<br />
dan, ya upah untuk orang bodoh begitu rendah<br />
tak bisakah kalian secara konkret membantu saya?<br />
daripada banyak omong yang tidak berujung<br />
dan hnya menghasilkan sesuatu yang abstrak atau mengawang-awang?</p>
<p>kalo memang apa yang kalian bahas itu penting<br />
harusnya saya merasa itu penting dong<br />
tapi kok saya pikir itu tidak terlalu penting ya<br />
setidaknya dibandingkan duit makan saya</p>
<p>toh, yang kalian lakukan selama ini<br />
dan ke depannya<br />
hanyalah sebatas mengecap, dan mengucapkan apa yang mengambang<br />
jadi daripada energi kalian habis buat itu<br />
tak bisakah kalian membantu saya secara riil?<br />
(ya maaf deh, saya memang orang bodoh<br />
ga pantas mengajari kalian, apalagi kalian yang pintar ini kan<br />
memang amat sibuk menuntut ilmu, beda dengan saya yang bodoh)</p>
<p>3. dan satu-satunya ilmu yang saya tahu<br />
adalah ilmu padi<br />
makin berisi makin merunduk<br />
makin berilmu makin kalemlah dia..<br />
jadi, apa kalian orang pintar, belum belajar ini?</p>
<p>ya, cukp sekian terima kasih<br />
maaf2 lho, kan sudah saya bilang<br />
saya ini orang bodoh<br />
jadi biar saya ini asal ngecap<br />
tapi jangan dimasukin hati ya, orang saya dari sononya bodoh</p>
<p>jadi biarkan saya menikmati kopi sore hari<br />
bersama kawan karib dan sambil sesekali (mencoba) bersastra<br />
karena apalah yang orang bodoh ini bisa lakukan<br />
selain nongkrong dan minum kopi?</p>
<p>dan janganlah anda mengkritik saya di belakang<br />
masak orang yang lebih pintar, justru beraninya main di belakang<br />
orang yang lebih bodoh (ups, ini logika orang bodoh lho, jangan tersinggung ya)<br />
kan harusnya orang yang lebih pintar lebih berani dong<br />
dan anda kan lebih tahu tentang ini daripada saya (inget lho, saya cuman orang bodoh, jadi maap ya)</p>
<p>mari kita semua selesaikan ini dengan damai<br />
silakan anda berdiskusi lagi<br />
dengan sesama anda<br />
dan dengan bahasa yang susah kami fahami<br />
menghasilkan yang juga kami tidak faham esensinya<br />
tapi kalau menurut kalian itu perlu ya silakan<br />
toh tidak kami larang</p>
<p>dan jangan sembarangan bilang kami apatis lo<br />
kan sudah kami bilang di awal<br />
bahwa ini karena kami bodoh, jadi ya daripada kami mengganggu kalian<br />
lebih baik kami diam kan?</p>
<p>dan biarkan kami sore ini mengopi dengan santai<br />
bersama sahabat karib kami<br />
toh kami tidak menganggu anda kan, orang-orang pintar?</p>
<p>(<em> dan pada akhirnya, terngiang lagi nasihat emak-abah: bahwa diam itu emas.. </em>)</p>
<p>(dibuat di depok, 1.31. am)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alamism.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alamism.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alamism.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alamism.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alamism.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alamism.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alamism.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alamism.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alamism.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alamism.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alamism.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alamism.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alamism.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alamism.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alamism.wordpress.com&amp;blog=7327252&amp;post=36&amp;subd=alamism&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alamism.wordpress.com/2010/01/25/sajak-orang-bodoh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/78b0b495b566e89fe62d54a837e5f031?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alamism</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sajak Ruang Kelas</title>
		<link>http://alamism.wordpress.com/2010/01/25/sajak-ruang-kelas/</link>
		<comments>http://alamism.wordpress.com/2010/01/25/sajak-ruang-kelas/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2010 21:58:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alamism</dc:creator>
				<category><![CDATA[Igauan]]></category>
		<category><![CDATA[literature]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alamism.wordpress.com/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[Aku adalah ruang kelas aku bisu, tak bisa bicara tapi aku jadi telah jadi saksi atas perjalanan hidup manusia yang tak pernah tahu masa depannya aku adalah ruang kelas aku bisu, tak bisa bicara dan di sini aku melihat semuanya bagaimana manusia itu belajar dan bagaimana manusia itu tumbuh dewasa aku adalah ruang kelas aku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alamism.wordpress.com&amp;blog=7327252&amp;post=33&amp;subd=alamism&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku adalah ruang kelas<br />
aku bisu, tak bisa bicara<br />
tapi aku jadi telah jadi saksi<br />
atas perjalanan hidup manusia<br />
yang tak pernah tahu masa depannya</p>
<p>aku adalah ruang kelas<br />
aku bisu, tak bisa bicara<br />
dan di sini aku melihat semuanya<br />
bagaimana manusia itu belajar<br />
dan bagaimana manusia itu tumbuh dewasa</p>
<p>aku adalah ruang kelas<br />
aku bisu, tak bisa bicara<br />
namun aku telah mendengar<br />
ratusan curahan hati umat manusia</p>
<p>ada yang menyumpah-serapahi dosennya, &#8220;anjing itu dosen..ngomong apaan sih di depan&#8221;<br />
hingga ada yang menyanjung dosen yang sama, &#8220;aduh, dosen yang itu enak banget ngejelasinnya&#8221;<br />
ada yang menyumpah-serapahi ujiannya, &#8220;anjing ini ujian susah banget sih..soal apa ini&#8221;<br />
hingga ada yang menyanjung soal ujian yang sama, &#8220;aduh, gampang nih soal..untung dah belajar&#8221;<br />
bahkan tak sedikit pula yang bengong saja serta tertidur tak tahu mau menjawab apa<br />
di soal ujian yang sama</p>
<p>aku adalah ruang kelas<br />
aku bisu, tak bisa bicara<br />
namun aku melihat semuanya<br />
bagaimana seorang manusia<br />
belajar dan berkembang</p>
<p>aku sering melihat bangku kosong tak ditempati<br />
ada yang datang terlambat, ketika kelas sudah jalan setengah baru sampai<br />
ada pula yang ketika kelas jalan setengah, dia keluar tak kembali-kembali<br />
masuk kembali waktu kelas masuk injury time<br />
malah ada yang tak pernah aku lihat<br />
tahu-tahu duduk manis di kelas waktu ujian tiba..</p>
<p>aku adalah ruang kelas<br />
aku bisu, tak bisa bicara<br />
namun aku tahu apa yang dipikirkan manusia ketika tiba di sini</p>
<p>ada yang memikirkan pacarnya sedang apa di luar kelas sana, selingkuh atau tidak<br />
ada yang memikirkan pertandingan futsal, timnya menang atau tidak<br />
ada yang memikirkan soal aksi nanti siang, lancar atau tidak<br />
ada yang memikirkan tugas mata kuliah lain, bisa selesai hari ini atau tidak<br />
ada yang memikirkan ujian, gampang atau tidak<br />
ada yang memikirkan acaranya, bakal sukses atatu tidak<br />
ada yang memikirkan mau cabut ngrokok kapan, skarang atau tidak<br />
bahkan ada yang tidak memikirkan apa-apa..hanya bengong di kelas</p>
<p>aku adalah ruang kelas<br />
aku bisu, tak bisa bicara<br />
namun aku adalah saksi dari perjalanan hidup umat manusia<br />
saksi ketika mereka melalui masa mahasiswa mereka</p>
<p>ada yang waktu pertama tiba duduk di kursi terlihat pendiam, ternyata tukang tidur<br />
ada yang waktu pertama tiba duduk di kursi terlihat mencatat, ternyata menggambar<br />
ada yang terlihat tidak meyakinkan, namun ternyata paling pintar<br />
ada pula yang emang dari awalnya sudah terlihat pintar dan rajin</p>
<p>aku juga melihat bagaimana perbedaan mereka ketika lulus sma dan lulus mahasiswa<br />
ada yang lebih oke secara fisik<br />
tapi perkembangan otak dan perilakunya payah<br />
ada pula yang sebaliknya, secara fisik semakin memprihatinkan<br />
tapi jika soal otak dan perilaku, tiada tandingannya<br />
dan mereka semua berubah<br />
tidak ada yang sama persis ketika lulus mahasiswa dan ketika lulus sma</p>
<p>aku adalah tempat mereka berbagi kebahagiaan ketika masuk sini dan keluar dari sini<br />
aku adalah tempat mereka berbagi duka ketika mereka tidak bisa keluar dengan mudah dari sini</p>
<p>aku sudah melihat berbagai macam persahabatan dan percintaan<br />
ada yang persahabatannya tulus, ada juga yang menusuk dari belakang<br />
ada yang percintaannya tulus, ada juga yang cuman jadi parasit bagi yang lain</p>
<p>di sini aku melihat semua<br />
bagaimana manusia berkembang<br />
aku memang bisu, tidak bisa bicara<br />
namun bukan berarti aku buta, tuli, dan tidak peka<br />
aku tahu seperti apa dosenmu dulu, namun kau tidak<br />
aku juga kelak tahu seperti apa kau kelak, namun muridmu tidak<br />
aku bisa tahu busuknya hatimu, tapi mungkin pacar dan sahabtmu tidak tahu<br />
dan aku juga bisa tahu sekeras apa kau berusaha di sini, tanpa satupun yang tahu</p>
<p>ya, aku memang hanya ruang kelas<br />
bisu, tidak bisa bicara, dianggap benda mati<br />
namun berhati-hatilah<br />
karena aku bisa tahu segalanya tentangmu<br />
yang belum tentu orang terdekatmu tahu</p>
<p>(depok, 19 desember, 8.19)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alamism.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alamism.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alamism.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alamism.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alamism.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alamism.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alamism.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alamism.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alamism.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alamism.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alamism.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alamism.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alamism.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alamism.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alamism.wordpress.com&amp;blog=7327252&amp;post=33&amp;subd=alamism&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alamism.wordpress.com/2010/01/25/sajak-ruang-kelas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/78b0b495b566e89fe62d54a837e5f031?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alamism</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sajak Ekonom Mabok</title>
		<link>http://alamism.wordpress.com/2009/12/03/sajak-ekonom-mabok/</link>
		<comments>http://alamism.wordpress.com/2009/12/03/sajak-ekonom-mabok/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 00:00:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alamism</dc:creator>
				<category><![CDATA[Igauan]]></category>
		<category><![CDATA[literature]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[rendra]]></category>
		<category><![CDATA[seno gumira ajidarma]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alamism.wordpress.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Suatu pagi aku terjaga dari lelap dan ketika mematung depan cermin aku bertanya siapa yang empunya wajah di kaca dan jawabnya itu wajah adalah punya mahasiswa, itu wajah adalah wajahmu,hai intelektual muda hai calon pemimpin bangsa dan aku bertanya apa iya itu wajahku? apa iya aku ini calon pemimpin bangsa dan apa iya pula jika [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alamism.wordpress.com&amp;blog=7327252&amp;post=27&amp;subd=alamism&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu pagi aku terjaga dari lelap<br />
dan ketika mematung depan cermin aku bertanya<br />
siapa yang empunya wajah di kaca<br />
dan jawabnya<br />
itu wajah adalah punya mahasiswa,<br />
itu wajah adalah wajahmu,hai intelektual muda<br />
hai calon pemimpin bangsa</p>
<p>dan aku bertanya apa iya<br />
itu wajahku? apa iya aku ini calon pemimpin bangsa<br />
dan apa iya pula jika aku ini seorang intelektual?</p>
<p>hei, yang berdiri di depan cermin,<br />
mengapa pula kau ini meragu<br />
akan statusmu sebagai mahasiswa ekonomi?<br />
yakinkah kau punya cukup waktu<br />
untuk berpikir hal remeh macam ini?<br />
takkah kau sadar kalau kau<br />
akan menjadi sosok manusia macam apa kau di masa nanti?</p>
<p>aku terdiam<br />
karena tak tahu ini suara darimana<br />
dan tak tahu itu pertanyaan apa jawabannya<br />
eh, belum sempat aku menjawab,<br />
ada suara lain menggema</p>
<p>hei, yang berdiri di depan cermin,<br />
buat apa kau meragu,<br />
bukankah kau selama ini telah yakin,<br />
bahwa engkau akan menghabiskan hidupmu<br />
dengan bersenang-senang dan bermain-main?<br />
seperti yang kau lakukan ditengah kosongmu<br />
pesta di sana dan pesta disini</p>
<p>tanpa tahu apa-apa aku membisu<br />
kok tahu-tahu sekelilingku begitu berisik<br />
dan tahu-tahu kok suara-suara ini begitu sok tahu<br />
tahu-tahu berlagak seolah mereka yang paling tahu<br />
padahal mereka hanya tahu sedikit, bahkan tidak ada</p>
<p>weleh-weleh, mengelak kau rupanya<br />
kau kira aku tak tahu apa yang kau kerjakan<br />
tidur saja dan bersenang-senang<br />
tanpa pernah membaca<br />
iya kan?</p>
<p>hei, ingat boy,<br />
kau sudah tidak bisa bertingkah slonong boy<br />
petentang-petenteng bak koboy<br />
ingatlah, ketika engkau menyandung status mahasiswa<br />
sebagai seorang ekonom muda<br />
nasib bangsa di masa depan ada pada mahasiswa</p>
<p>apa kau sudah tidak peduli orang miskin?<br />
apa kau sudah tidak peduli pada orang fakir?<br />
apa kau sudah tidak peduli pada anak yatim?<br />
apa kau sudah lupa akan bangsamu sendiri?<br />
apa kau sudah yakin akan dirimu sendiri?<br />
apa kau sudah yakin akan masa depanmu nanti?</p>
<p>aku semakin diam<br />
bukan karena merasa bersalah atau apa<br />
tapi aku tak tahu apa yang dibicarakan<br />
apa aku sedang mabok, kurang tidur ato apa?</p>
<p>ya, kamu ini memang mabok, bocah<br />
mabok harta, mabok kuasa, mabok cinta, dan mabok beneran<br />
kamu sendiri ga sadar kalo kamu mabok kan?<br />
itu tandanya kamu emang mabok</p>
<p>ini apa pula ini<br />
semakin berisik saja suara-suara ini<br />
emang siapa sih yang punya suara-suara ini?<br />
bahkan aku yang punya kuasa tak merasa bersuara<br />
lantas suara ini mewakili suara siapa?</p>
<p>seenaknya nuduh orang mabok<br />
emang siapa yang mabok<br />
semakin tidak jelas apa maksud<br />
suara-suara ini<br />
yang mabok saya atau mereka?<br />
semakin tidak mengerti saya?</p>
<p>&#8220;udah, tidur lagi aja..kan ceritanya di awal terjaga dari tidur..yaudah tidur lagi aja..gampang kan?&#8221;</p>
<p>ini suara baru saya kenal<br />
dan saya suka suara ini<br />
saya sepakat<br />
memang tidak ada yang lebih baik daripada tidur lagi</p>
<p>-dan lagi-lagi engkau lari dari masalah-</p>
<p>(depok, 3 desember 2009, 06.30, inspired by seno gumira ajidarma and (alm) w.s. rendra)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alamism.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alamism.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alamism.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alamism.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alamism.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alamism.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alamism.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alamism.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alamism.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alamism.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alamism.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alamism.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alamism.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alamism.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alamism.wordpress.com&amp;blog=7327252&amp;post=27&amp;subd=alamism&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alamism.wordpress.com/2009/12/03/sajak-ekonom-mabok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/78b0b495b566e89fe62d54a837e5f031?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alamism</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sekarang Tari Pendet, Kemarin Reog, gimana kalo besok Musik Melayu dipatenkan juga Malaysia?</title>
		<link>http://alamism.wordpress.com/2009/08/27/sekarang-tari-pendet-kemarin-reog-gimana-kalo-besok-musik-melayu-dipatenkan-juga-malaysia/</link>
		<comments>http://alamism.wordpress.com/2009/08/27/sekarang-tari-pendet-kemarin-reog-gimana-kalo-besok-musik-melayu-dipatenkan-juga-malaysia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Aug 2009 20:53:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alamism</dc:creator>
				<category><![CDATA[culture]]></category>
		<category><![CDATA[politics]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[industri]]></category>
		<category><![CDATA[Konflik]]></category>
		<category><![CDATA[Luar Negeri]]></category>
		<category><![CDATA[Malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[musik melayu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alamism.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Sepekan terakhir, nampaknya isu tentang &#8216;perampokan budaya&#8217; Indonesia oleh negeri tetangga kembali menghangat.. Ya apalagi jika bukan klaim tari pendet oleh Malaysia untuk kesekian kalinya negara tetangga ini mengklaim produk budaya Indonesia, setelah Reog Ponorogo, Rasa Sayange, Batik, dll.. Argumennya pun selalu sama, &#8216;karena serumpun, tidak menutup kemungkinan budayanya sama.&#8217; oke, mungkin argumen itu valid..sayangnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alamism.wordpress.com&amp;blog=7327252&amp;post=24&amp;subd=alamism&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sepekan terakhir, nampaknya isu tentang &#8216;perampokan budaya&#8217; Indonesia oleh negeri tetangga kembali menghangat.. Ya apalagi jika bukan<a href="http://www.republika.co.id/berita/70403/Malaysia_Klaim_Tari_Pendet_Bali"> klaim tari pendet oleh Malaysia</a></p>
<p>untuk kesekian kalinya negara tetangga ini mengklaim produk budaya Indonesia, setelah Reog Ponorogo, Rasa Sayange, Batik, dll.. Argumennya pun selalu sama, &#8216;karena serumpun, tidak menutup kemungkinan budayanya sama.&#8217;</p>
<p>oke, mungkin argumen itu valid..sayangnya untuk kali ini banyak yang beranggapan bahwa itu salah, mengingat tari pendet bukan budaya Melayu, murni budaya Bali..</p>
<p>oke, saya bukan ahli budaya, dan akan ribet jika membahas hal ini terlalu dalam..dan bukan sesuatu yang tepat jika membahas ini di sini..</p>
<p>hanya saja, saya sedikit tertarik dengan berita dengan respon pemerintah.. Di mana pemerintah menyayangkan tindakan masyarakat yang<a href="http://oase.kompas.com/read/xml/2009/08/28/0152119/Indonesia.Kurang.Mengapresiasi.Seni.Budaya.Sendiri.."> kurang mengapresiasi budaya sendiri</a> hanya menggonggong jika ada klaim asing.. langkah pemerintah sendiri juga nampaknya sesuai dengan &#8216;prosedur&#8217; yang diharapkan, <a href="http://news.okezone.com/read/2009/08/21/1/250148/jangan-terprovokasi-tari-pendet-di-iklan-malaysia">menenangkan dalam negeri, </a> <a href="http://www.tvone.co.id/berita/view/21051/2009/08/25/ri_kirim_permintaan_klarifikasi_tari_pendet_via_dubes">klarifikasi ke Malaysia</a>, dan lain-lain langkahnya..</p>
<p>pertanyaannya, adalah bukankah hal-hal seperti ini juga terus terjadi di masa lalu? kenyatannya sekarang terulang lagi.. jadi, kalo boleh dibilang, &#8216;<em><strong>kemana ama ngapain aja pemerintah dari dulu</strong>?</em>&#8216;</p>
<p>oke, jika pemerintah berargumen masyarakat kurang apresiasi, apa pemerintahnya <strong><em>uda cukup memfasilitasi</em></strong>?</p>
<p>ya, kita tidak perlu berdebat lagi lah soal pemerintah ata masyarakat kah yang salah, atau mempermasalahkan tetangga kita yang rese&#8217;..pemerintah maupun masyarakt udah seharusnya memberi perhatian lebih terhadap masalah budaya..semua elemen kudu bekerja sama dengan baik, ini adalah kunci utamanya..</p>
<p><em>just go ahead, step forward, and do it better</em>..</p>
<p>toh, setiap hal ada positifnya, termasuk hal ini, yakni<a href="http://oase.kompas.com/read/xml/2009/08/27/1749078/iklan.tari.pendet.malah.kian.populerkan.bali"> Bali bisa saja makin populer</a></p>
<p>jadi, masih sekedar marah-marah doang?ayolah, yang penting adalah tindakan konkret untuk berubah..</p>
<p>(<em>NB: saya jadi berpikir, gimana kalo Malaysia mempatenkan juga Musik Melayu?unuk hal yang satu ini, yang akan terjungkal ga hanya pemerintah atau seniman saja.. industri musik kita juga akan kacau</em>..<em>apalagi jika melihat potensi industri musik ini, di mana katanya RBT Kangen Band, ST12, Wali, dsb, bisa capai angka miliaran..wohoho..bakal jadi apa ya kalo Malaysia ikut mempatenkan irama musik Melayu?dan bakal gimana masyarakt kita? wallahu a&#8217;lam)</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alamism.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alamism.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alamism.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alamism.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alamism.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alamism.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alamism.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alamism.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alamism.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alamism.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alamism.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alamism.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alamism.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alamism.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alamism.wordpress.com&amp;blog=7327252&amp;post=24&amp;subd=alamism&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alamism.wordpress.com/2009/08/27/sekarang-tari-pendet-kemarin-reog-gimana-kalo-besok-musik-melayu-dipatenkan-juga-malaysia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/78b0b495b566e89fe62d54a837e5f031?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alamism</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Seperti Apakah Jawa 2020?</title>
		<link>http://alamism.wordpress.com/2009/08/12/seperti-apakah-jawa-2020/</link>
		<comments>http://alamism.wordpress.com/2009/08/12/seperti-apakah-jawa-2020/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2009 20:05:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alamism</dc:creator>
				<category><![CDATA[economy]]></category>
		<category><![CDATA[Igauan]]></category>
		<category><![CDATA[2012]]></category>
		<category><![CDATA[doomsday]]></category>
		<category><![CDATA[growth]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Java Island]]></category>
		<category><![CDATA[John Naisbitt]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alamism.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Prediksi ekonomi yang ada, menyebutkan pertumbuhan ekonomi RI bakal menjadi yang paling cepat di asia tenggara. Bahkan, di sumber yang sama, Presiden SBY menargetkan pertumbuhan lebih dari 5% pada 2010, dan lebih besar di tahun berikutnya.. Di sisi yang lain, disebutkan bahwa Pulau Jawa masih menjadi kontributor terbesar bagi PDB Indonesia, sebesar 57,8 persen artinya, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alamism.wordpress.com&amp;blog=7327252&amp;post=21&amp;subd=alamism&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Prediksi ekonomi yang ada, menyebutkan <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/08/10/19342865/pertumbuhan.ekonomi.ri.bakal.tercepat.di.asia.tenggara."> pertumbuhan ekonomi RI bakal menjadi yang paling cepat di asia tenggara</a>. Bahkan, di sumber yang sama, Presiden SBY menargetkan pertumbuhan lebih dari 5% pada 2010, dan lebih besar di tahun berikutnya..<br />
Di sisi yang lain, disebutkan bahwa <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/08/10/16241384/masih.pusat.ekonomi.jawa.kontributor.pdb.terbesar">Pulau Jawa masih menjadi kontributor terbesar bagi PDB Indonesia, sebesar 57,8 persen</a></p>
<p>artinya, jika pertumbuhan ekonomi RI menjadi paling cepat, otomatis di situ pertumbuhan ekonomi (atau dengan kata lain aktivitas ekonomi) di pulau jawa sendiri akan menjadi makin cepat..</p>
<p>Tentu, menarik sekali membayangkan seperti apa Jawa ke depannya..Jika benar Indonesia akan mengalami pertumbuhan sebesar itu, tentu Jawa juga akan mengalami imbasnya..</p>
<p>Berkaca pada periode Orde Baru silam, dimana sering juga dikatakan bahwa pertumbuhan ekonomi negara-negara Asia termasuk ‘macan Asia’ (termasuk Indonesia yang pernah digolongkan Macan Asia)akan menyaingi Amerika dan Eropa menjelang tahun 2000 (paling sering pendapat ini dikeluarkan oleh ahli sosial-ekonomi, futurist, dan pengarang Megatrends 2000, John Naisbitt).. namun nyatanya?pada tahun 1997 saja perekonomian Asia sudah ambruk..</p>
<p>Melihat, dari fakta itulah,  bisa saja ramalan-ramalan tentang keberhasilan ekonomi Indonesia adalah nonsens..</p>
<p>Namun, di sini saya mengambil asumsi bahwa Indonesia bisa belajar dari kegagalan yang lalu, sehingga benar-benar mampu mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi..</p>
<p>Pertanyaannya adalah: Seperti apakah Jawa nantinya, khususnya di era perdagangan global 2020? akankah ia akan menjadi suatu kawasan industri yang maju? dengan tingkat kesejahteraan penduduknya yang makin tinggi, tingginya angka pendapatan, berkurangnya pengangguran, melimpahnya gedung pencakar langit, dan lain-lain indikator wilayah yang maju..</p>
<p>ataukah ia akan jadi suatu kawasan yang semakin menunjukkan suatu kesenjangan: yang kaya makin kaya, dan yang miskin makin miskin..toh dengan tingkat pertumbuhan seprti sekarang saja tingkat kesenjagan sudah tinggi, apalagi jika tingkat pertumbuhan menjadi lebih tinggi dari sekarang..</p>
<p>Jadi, manakah yang benar? Semakin senjang atau semakin makmur?</p>
<p>Ah, ataukah saya yang terlalu bermimpi? mengingat 2012 nanti, katanya kita akan kiamat..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alamism.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alamism.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alamism.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alamism.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alamism.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alamism.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alamism.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alamism.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alamism.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alamism.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alamism.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alamism.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alamism.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alamism.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alamism.wordpress.com&amp;blog=7327252&amp;post=21&amp;subd=alamism&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alamism.wordpress.com/2009/08/12/seperti-apakah-jawa-2020/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/78b0b495b566e89fe62d54a837e5f031?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alamism</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
